Abang Bentor Tak Mampu Ngurus SIM Pemda Siap Bantu

Sabtu, 13 Agustus 2016 jdih General 123 Views
Abang Bentor Tak Mampu Ngurus SIM Pemda Siap Bantu

LIMBOTO.- Para abang bentor penduduk Kabupaten Gorontalo yang tak mampu memenuhi biaya pengurusan surat izin mengemudi kini mendapat perhatian khusus dari Pemda. Mereka akan difasilitasi hingga mengantongi SIM C. "Kami menyiapkan tukang bentor yang tidak mampu mengurus SIM untuk diberikan SIM gratis", ungkap Bupati Nelson Pomalingo disela-sela sambutannya pada halal bi halal, Sabtu malam (16/7), di halaman Masjid Ar-Rahman desa Tuladenggi kecamatan Telaga Biru.

Untuk pengadaaan SIM tersebut, kata Bupati yang juga penasehat organisasi Abang Bentor Gorontalo ini, Pemda akan mengarahkan dana corporate social responsibility (CSR) dari Bank SulutGo yang mencapai Rp. 1 milyar. Sehingganya realisasi bantuan bagi pengemudi bentor itu direncanakan antara bulan Agustus atau September nanti. "Insya Allah itu selang Agustus - September segera terealisir", terangnya.

Disisi lain, sarana angkutan bentor telah menjadi penggerak ekonomi masyarakat di Gorontalo, sehingganya perhatian pemerintah daerah untuk mendukung lancarnya pendapatan para pengemudi jasa angkutan bentor dirasa tepat karena menghindarkan mereka dari jeratan aturan berlalu-lintas. "Nah ini cara-cara kita untuk mendorong aktifitas ekonomi di Kabupaten Gorontalo", kata Bupati Nelson.

Disamping itu, koordinasi bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Gorontalo juga segera dilakukan untuk merancang pembentukan koperasi khusus beranggotakan abang bentor. Tujuannya mengantisipasi kebutuhan dana krtitis saat-saat terjadi kerusakan bentor. Dengan kebijakan ini, Pemda akan menyentuh peran dari setiap pengemudi bentor di Kabupaten Gorontalo.

Perhatian pembangunan daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat juga digerakkan melalui lintas sektor. Ini bisa dilihat dari pemberdayaan kaula muda melalui program ekonomi kreatif. Bupati Nelson menyebutkan, anggaran Rp. 1 milyar disediakan dalam rangka membina kreatifitas kaula muda di daerah ini.

Dengan begitu, pendapatan masyarakat diharapkan akan terdorong, sedangkan disisi lain angka pengangguran pun akan bisa ditekan, bahkan program ini malah bisa mengatasi problema sosial yang timbul dari kalangan remaja, yang besar potensi sering kali meresahkan lingkungan masyarakat akibat tidak adanya aktifitas bernilai positif. Maka seharusnya kini bisa membangun mental dan tanggung jawab kaula muda sebagai seorang anggota masyarakat. (HUMAS)